oleh

Yasmin Kusuma Putri: Menumbuhkan Jiwa Sosial adalah Keikhlasan

LENSAPENA | Menumbuhkan jiwa sosial pada diri merupakan sebuah tantangan dalam kehidupan. Hal ini didasari bahwa melakukan aksi-aksi nyata di bidang kemanusiaan dan sos0ial tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih dalam menorehkan prestasi, tentu bukanlah hal yang mudah.

Hal ini dikatakan Yasmin Kusuma Putri, Mahasiswa Semester 7 Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung-Kemensos RI Program Studi D-IV Pekerjaan Sosial.

“Jiwa sosial dimulai dari suatu niat dan tekad dalam diri sendiri. Dimulai dari niat itulah seseorang akan bergerak melakukan gerakan sosial dan menebarkannya kepada masyarakat luas,” ujar Yasmin Kusuma Putri.

Yasmin juga mengungkapkan, walaupun menjadi sebuah tantangan, menanamkan jiwa sosial sejak dini justru menjadi sebuah dorongan yang sangat besar. Menurut anak muda asal Boyolali ini, adalah salah satu contoh dari deretan pemuda berprestasi di Indonesia yang selalu menumbuhkembangkan jiwa sosial.

Perempuan berumur 21 tahun ini berpendapat bahwa anak muda adalah generasi penerus bangsa yang menjadi harapan negeri. Dari sanalah pemuda harus mampu menjadi sosok yang dapat menginspirasi dan menjadi teladan yang baik. Salah satunya adalah ikut serta dalam menumbuhkan dan menebarkan jiwa-jiwa sosial.

Ia selalu berkeyakinan bahwa dengan menumbuhkembangkan jiwa sosial, akan memperkaya pengalaman bagaimana mengetahui dan memahami situasi masyarakat yang sebenarnya. Selain itu melalui gerakan-gerakan sosial juga dapat mengasah ketajaman rasa simpati dan empati kepada sesama.

Prinsip yang dipegang oleh gadis berprestasi ini sejalan dengan program studi yang sedang tempuh, dimana diajarkan untuk mengenal, memahami, dan menguasai berbagai permasalahan sosial di masyarakat, menemukan pemecahan masalahnya, serta melakukan segala hal dengan dilandasi oleh hati nurani yang positif.

Kebetulan di semester ini, Yasmin sedang melakukan praktek di salah satu panti sosial milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, yaitu Panti Pelayanan Sosial Anak Taruna Yodha Sukoharjo. Yasmin menuturkan bahwa pengalaman berpraktek tersebut mengajarkan banyak hal, memperoleh relasi yang luas, serta bagaimana cara memahami lingkungan sekitar secara lebih mendalam.

Yasmin juga mempunyai sebuah cita-cita untuk dapat membantu orang-orang yang membutuhkan dan mendirikan suatu komunitas yang bergerak di bidang sosial.

“Bisa menjadi orang yang inspiratif dan menolong sesama adalah suatu impian besar bagi saya,” tandasnya.

Perempuan yang juga merupakan Duta Bahasa Kampus, Duta Pepelingasih Jateng, Puteri Pendidikan Jateng-DIY ini juga selalu diberikan penanaman jiwa sosial sejak dini oleh kedua orang tuanya. Misalnya, diajarkan untuk selalu peduli dengan sesama, berbuat kebaikan, hingga bertanggung jawab dalam mengerjakan berbagai hal.

“Pembelajaran sejak dini yang diberikan oleh kedua orang tua saya yang hingga saat ini menjadi dorongan terbesar saya untuk selalu berpikir, berbuat, dan belajar secara positif,” ucapnya.

Yasmin berharap untuk kedepannya akan semakin banyak lahir generasi-generasi emas Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual namun juga cerdas sosial. Karena karakter diri adalah pondasi terbesar yang akan mengantarkan pemuda bangsa menuju sebuah kesuksesan yang hakiki.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE