oleh

Danrem 052/Wijayakrama Larang Anggotanya Nyamar Jadi Wartawan

BANTEN – Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar melarang anggota Intelijennya menyamar menjadi wartawan dalam bertugas agar mendapatkan akses masuk dalam sebuah acara.

“Kami tidak mau adanya TNI gadungan, begitu juga mungkin rekan-rekan wartawan. Maka itu saya juga meminta kepada anggota Korem 052/Wijayakrama tidak menyamar menjadi wartawan dalam bertugas,” katanya.

Danrem menyampaikan hal itu pada saat kegiatan ngobrol santai bareng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang, Senin (20/12/2021).

Dia menyebut, bahwa dahulu pernah bertugas di satuan intelejen. Sehingga menjadi faham akan peran dan kerja wartawan.

“Karena memang saya dan wartawan terjalin chemistry yang baik saat itu dan sekarang,” ujarnya.

Menurut Danrem, peran awak media sangat penting dalam memberikan edukasi dan informasi yang akurat kepada masyarakat. Apalagi dalam pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, kata Danrem, melalui kegiatan bersama PWI Kabupaten Tangerang tersebut, dapat terjalin sinergitas TNI dan awak media untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi di masa depan.

“Acara silahturahmi ini bertujuan untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antara Korem 052/Wijayakrama dengan PWI Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

“Dengan harapan tercipta kesamaan visi dan persepsi dalam mengisi pembangunan di segala bidang sesuai tugas dan fungsi kita masing-masing,” imbuhnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE