oleh

Lasem Kota Pusaka dan Tiongkok Kecil di Pesisir Utara, Timur Jawa Tengah

Dikutip dari laman website kesengsemlasem.com, Claudine Salmon dalam Chinese Epigraphic Materials in Indonesia yang terbit pada 1997 menyebut bahwa julukan Petit Chinois atau Tiongkok Kecil ini muncul dari para wisatawan yang terpana menyaksikan kota berlanskap bangunan kuno di Lasem yang mirip seperti di daerah Fujian Selatan. Kemudian, jukukan itu dilegitimasi oleh ilmuwan dan pers, sehingga populer hingga saat ini.

Namun ada sebagian masyarakat yang tidak setuju dengan sebutan itu, bahkan awalnya menentangnya. Kendati demikian, mereka saling menghormati dan menghargai julukan Tiongkok Kecil. Semuanya pun sepakat bahwa Lasem adalah Kota Pusaka.

Lasem pernah tercatat dalam beberapa naskah kuno Jawa: Nagarakretagama (1365), kitab Badrasanti (1479), dan Pararaton (1600). Tak hanya dalam naskah kuno Jawa, toponimi Lasem pun tercatat dalam kronik Cina. Nama Lasem muncul pertama kalinya dalam catatan Cina pada 1304, berjudul Da De Nan Hai Zhi (Catatan Laut Selatan) tulisan Chen Da Zhen.

Dia menyebut Lasem dengan Luo Xin. Dalam kronik berjudul Shun Feng Xiang Song (Perjalanan Bersama Angin), ditulis tahun 1403-1424 muncul nama Na Can (Shan) alih-alih Lasem. Kemudian dalam kronik Xi Yang Zhao Gong Dian Lu (Catatan tentang Upeti dari Samudra Barat) yang terbit pada 1520, Lasem disebut dengan Na Can yang ditengarai sebagai daerah pegunungan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE