oleh

“Sambal Halipu” Kuliner Khas Orang Pesisir Barat Lampung

LENSAPENA | Halipu, tak banyak yang tahu memang tentang nama ini. Tapi bagi masyarakat di Pesisir Barat Krui, Lampung, halipu bukanlah nama yang asing, bahkan sudah sangat populer. Karena, ini menjadi salah satu bahan dasar kuliner sambal di daerah pemekaran Kabupaten Lampung Barat tersebut.

Ya, halipu adalah sejenis keong atau siput sawah. Bentuknya mirip seperti keong emas, hanya saja cangkangnya berwana hitam. Di berbagai daerah, jenis keong atau siput sawah ini memiliki nama yang berbeda-beda. Orang Sunda, atau di daerah Jawa Barat, Banten dan sekitarnya, mereka menyebutnya tutut. Berbeda dengan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebagian masyarakat menyebutnya kol. Lain lagi di Jawa Tengah bagian Banyumas dan sekitarnya, mereka menamainya krece. Dan, di daerah Kalimantan Selatan mereka menyebutnya haliling.

Di daerah Pesisir Barat Krui, Lampung, binatang bercangkang keras ini banyak terdapat di areal persahawan di Kecamatan Sumber Jaya, Pesisir Selatan, Pesisir Tengah, Pesisir Utara, Lemong, Bengkunat, dan Suoh.

Oleh sebagian warga masyarakat di kecamatan tersebut halipu diolah sedemikian rupa dengan menggunakan berbagai macam bumbu hingga menjadi sebuah sambal yang diberi nama sambal halipu. Rasanya joss gobyos, selain juga berkhasit.

Nah, buat kalian yang penasaran dengan sensasi joss gobyosnya kuliner sambal halipu, dan belum sempat datang ke daerah Pesisir Barat Krui, Lampung, dilansir dari cahayaagung.id, berikut resep sederhana yang bisa dibuat di rumah:

Bahan:

½ kg halipu siap olah

Bumbu:

  • 15 biji cabe merah keriting
  • 15 biji cabe rawit
  • 3 buah tomat
  • 5 siung bawang merah
  • 2 siung bawang puti
  • Minyak makan secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Penyedap rasa jika suka

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE