oleh

Yuk, Mengenal Dunia Dongeng dan Prosa Anonim

TERNYATA dongeng sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dongeng sendiri merupakan salah satu cerita rakyat (folktale), yang berasal dari berbagai kelompok etnis, masyarakat, atau daerah tertentu di berbagai belahan dunia. Dongeng juga cukup beragam cakupannya, yaitu sesuai dengan asal kelompok etnis, masyarakat, daerah atau negara.

Pada mulanya dongeng berkaitan dengan kepercayaan masyarakat primitif terhadap sesuatu yang bersifat supranatural dan mengimplementasikannya dalam kehidupan manusia, seperti animisme, dinamisme dan lain-lain. Istilah dongeng dapat dipahami sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi, bahkan dalam banyak hal sering tidak masuk akal atau fantasi.

Dongeng merupakan hiburan yang menyenangkan untuk anak dan memberikan manfaat positif bagi anak. Dongeng juga menjadi sarana pendidikan karakter yang dampaknya sudah dirasakan sejak zaman dahulu kala.

Nenek moyang dan orangtua terdahulu membuat dongeng untuk anak-anak dengan tujuan menyisipkan unsur pendidikan moral didaktis dan sebagai sarana hiburan. Oleh karena itu, dongeng bisa menjadi wahana untuk mengasah imajinasi, alat pembuka cakrawala anak, mencerdaskan anak dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dongeng juga menjadi salah satu media komunikasi untuk menyampaikan beberapa pelajaran dari pesan moral yang didapatkan sehingga diharapkan anak dapat menerapkan apa yang sudah didengarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, bicara soal dongen, dari berbagai sumber lensapena.id merangkum tentang ciri-ciri dongen, yaitu:

  • Dongeng merupakan salah satu prosa yang tidak benar-benar terjadi dan disesuaikan dengan kenyataan.
  • Ukuran teks dongeng relatif pendek.
  • Bersifat anonim (tidak diketahui siapa pengarangnya) sehingga sering terjadi perubahan-perubahan dalam alur cerita disesuaikan dengan penalaran pendongengnya. Maka dari itu, dongeng banyak versi dan bisa diklaim oleh beberapa daerah tertentu.
  • Diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya.
  • Tidak terikat waktu dan tempat. Bisa terjadi dimana saja tanpa aya kewajiban pelataran tertentu.
  • Selalu menampilkan tokoh antagonis dan protagonis.
  • Dituturkan secara lisan (orality).
  • Bersifat imajinatif sehingga bisa menyajikan cerita yang aneh, ajaib dan tidak masuk akal.
  • Mengandung pesan moral yang bermanfaat bagi kehidupan.

Contoh dongen yang menggambarkan kehidupan masyarakat tradisional Nusantara dan banyak dikenal oleh masyarakat kita saat ini adalah Malin Kundang, Tangkupan Perahu, Bawang Merah dan Bawang Putih. Selain itu juga ada dongen tentang binatang, yaitu Kancil dan Buaya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE