oleh

Sampah untuk Reklamasi, Ketua Dewan: Ini Butuh Inovasi, Ide dan Gagasan

TANGERANG – Bicara soal sampah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Kholid Ismail menyebut, perlu ada inovasi dan trobosan baru, seperti teknologi, untuk dapat mengurainya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Hal ini, kata politisi PDI Perjuangan itu, mengingat volume sampah di daerah berjuluk Kota Seribu Idustri tersebut semakin hari semakin tidak terbendung.

“Dari tahun 2021, hampir 820ribu ton sampah yang dihasilkan (di Kabupaten Tangerang-red). Sekarang baru tahun 2022, jadi kalau dihitung perhari 2500 ton, dan kalau dihitung perkapitanya itu 0,7 kilo untuk perorang (yang menghasilkan sampah-red),” ujar Kholid Ismail.

Dari situlah, kata Kholid, trobosan-trobosan baru dengan pemanfaatan teknologi itu, diharapkan tidak hanya menekan dan mengurai volume sampah, tapi juga ada nilai ekonomi yang dihasilkan. Kholid mencontohkan tentang penggunaan bioteknologi magot Black Soldier Flay (BSF), menurutnya, selain menguri sampah organik, secara ekonomi bisa menghasilkan pupuk organik dan belatung magot. Menurutnya, belatung magot ini bisa dimanfaatkan pakan ternak, seperti ikan, unggas dan lain sebagainya.

Kholid juga menyebut, bisa saja sampah anorganik juga bisa dijadikan sebagai campuran material untuk reklamasi. Namun perlu memanfaatkan teknologi agar tidak berdampak pada kerusakan lingkungan di laut.

“Kenapa tidak (untuk reklamasi-red), dan ini inovasi,, putuh performance, butuh ide, butuh gagasan, agar penanganan sampah ini dari kita, oleh kita, untuk kita. Kita yang merasakan,” tandasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Keberaihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, H. Budi Khumaedei, menjelaskan, langkah yang saat ini sedang dilakukan adalah mengurangi sampah dari sumbernya. Yaitu melalui program kurangi sampah di sekolah kita (Kurasaki), kurangi sampah di kantor (Kurasakan), di samping juga mengurai persoalan sampah di TPA Jatiwaringin.

Untuk ke depan, kata Budi, DLHK akan bekerjasama dengan pihak ketiga, yaitu salah satu BUMD, dalam pemanfaatan teknologi untuk perangi sampah di wilayah tersebut.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE